KURSUS TRISTAR
Jalan Raya Jemursari No 244 Surabaya
Telp : 031-8418404, WA : 081234506352

Pages

Perm. Prapen Indah Blok J5

Selasa, 06 September 2016

Chef Haris Suseno: ”Kerupuk Sehat dan Sambal Kemasan Hasil Kreasi Tristar Institute Diminati Pengusaha Jakarta”

Tristar Institute Kembangkan Kerupuk Sehat dan Sambal Kemasan  
A
Chef Haris Suseno: ”Kerupuk Sehat dan Sambal Kemasan Hasil Kreasi Tristar Institute Diminati Pengusaha Jakarta” 

 
KERUPUK adalah makanan ringan yang pada umumnya dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udang atau ikan. Kerupuk dibuat dengan mengukus adonan sampai matang, kemudian dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak.

Makanan ini populer di kalangan masyarakat Indonesia sebagai lauk hidangan serta sebagai jenis lomba makan utama pada peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Kerupuk tidak selalu berbahan dasar tepung tapioka, tetapi lebih kepada tiga proses persiapan. Pembuatan, pengeringan, dan pemasakan (bisa digoreng dengan minyak pasir, atau dibakar).
Kerupuk bertekstur garing dan sering dijadikan pelengkap untuk berbagai makanan Indonesia seperti nasi goreng, gado-gado, tahu tek-tek, rujak petis.
Kerupuk udang dan kerupuk ikan adalah jenis kerupuk yang paling umum dijumpai di Indonesia. Kerupuk berharga murah seperti kerupuk aci atau kerupuk mlarat hanya dibuat dari adonan sagu dicampur garam, bahan pewarna makanan dan vetsin.
Kerupuk biasanya dijual di dalam kemasan yang belum digoreng. Kerupuk ikan dari jenis yang sulit mengembang ketika digoreng biasanya dijual dalam bentuk sudah digoreng.
Kerupuk kulit atau kerupuk ikan yang sulit mengembang perlu digoreng sebanyak dua kali. Kerupuk perlu digoreng lebih dulu dengan minyak goreng bersuhu rendah sebelum dipindahkan ke dalam wajan berisi minyak goreng panas. Kerupuk kulit  adalah kerupuk yang tidak dibuat adonan tepung tapioka, melainkan dari kulit sapi atau kerbau yang dikeringkan.
Demikian populernya kerupuk, maka tak salah apabila owner Tristar Group, Ir Juwono Saroso MM memberi tantangan kepada personel dari Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute untuk membuat kerupuk sehat yang berbeda dari yang sudah pernah dibuat sebelumnya.
Tantangan itu langsung direspons oleh chef Haris Suseno bersama anggota timnya. Chef Haris Seseno bersama timnya melakukan uji coba membuat kerupuk sehat di Laboratorium Praktik Tristar Institute Jl  Raya Jemursari No. 234 Surabaya, sebelum Hari Raya Idul Fitri 1437 H lalu.
Alhamdulillah setelah melalui serangkaian uji coba di dapur uji, kerupuk sehat itu saya presentasikan di hadapan owner Tristar Group,  ternyata hasil kreasi dari anggota tim Teknologi Pangan Tristar Institute diapresiasi oleh owner Tristar Group. Bahkan kerupuk sehat hasil kreasi anak-anak Tristar Institute itu layak ditawarkan kepada masyarakat,” kata chef Haris, sapaan akrabnya, kepada kru www.culinarynews.info, Selasa (30/08/2016) siang.
Kerupuk sehat yang dikembangkan tim Teknologi Pangan Tristar Institute itu  ada dua, yakni: (1). Kerupuk protein (bahan bakunya ikan kakap), sedangkan (2). Kerupuk non protein (bahan bakunya bayam, bit, tahu dan wortel).
Pucuk dicita ulam pun tiba. Setelah menunggu beberapa pekan pasca lebaran lalu, materi pelatihan kerupuk sehat akhirnya direspons kastemer, ternyata yang berminat itu Hartono Suryaly bersama istrinya.
Hartono yang tinggal di perumahan Green Lake City America Kav. EC 2 No. 1 Jakarta itu juga dikenal sebagai seorang pengusaha. Suami istri itu mengikuti kursus private kerupuk sehat dan sambal kemasan di Laboratorium Praktik Tristar Institute pada Senin dan Selasa (29-30/08/2016).
Untuk kursus membuat kerupuk sehat, lanjut chef Haris, peserta kursus private itu diajarkan membuat lima resep kerupuk sehat berdasarkan bahan bakunya, yakni ikan kakap, bayam, bit, tahu dan wortel.
”Sementara itu pelatihan membuat sambal kemasan diasuh oleh Bu Santi. Peserta diajarkan teknik membuat beberapa resep sambal tradisional dalam kemasan seperti sambal teri, sambal terasi, sambal bawang, sambal dabu-dabu,” terang chef Haris, yang saat ini sedang menempuh pendidikan Pascasarjana (S2) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Pariwisata (Stiepari) Semarang.
Sambal kemasan selain bisa tahan lama dalam penyimpanan (3-6 bulan), juga memudahkan dalam penyajiannya bersama makanan utama karena sambal itu sudah dimasukkan dalam wadah plastik transparan sebagai kemasannya. Sambal kemasan juga memudahkan pecinta sambal membawanya kemanapun karena sangat praktis.
Nah, jika Anda tertarik menjadi peserta Kursus Wirausaha Kerupuk Sehat dan Sambal Kemasan di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tristar Institute, silakan menghubungi Divisi Teknologi Pangan Tristar Institute cq Akpar Majapahit Jl Raya Jemursari No. 244 Surabaya, Telp. (031) 8433224-5, sekarang juga. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar